Last time when i traveled abroad, i met three japanese youngster in Moldova. We spend several weeks together and it makes me want to visit them in their home country.
At the day when i supposed to leave Moldova, one of them, Kazuki Ono-san, gave me these book and brochure so it could encourage me to go to Japan someday.The other one, Daisuke Kurihara-san, said that he has the feeling that the three of us will be reunite again someday in the near future.
This year i can't afford myself to go to Japan because of financial problem.
But next year i'm definitely will go to Japan in Summer. I'm already make the plan and start to earn some money from my business.
So Godspeed !!!
Showing posts with label travelling. Show all posts
Showing posts with label travelling. Show all posts
Tuesday, 10 September 2013
I want to go to Japan !!
Friday, 24 August 2012
Moldova (part 1)
Oke, mulai dr postingan ini gue bakal cerita ttg pengalaman
gue di Moldova. Gue sengaja nulis dlm bhs indo non-baku krn saat ini gue masih
terikat kontrak ama slh satu organisasi di sini utk nulis blog di situs mereka.
Gue sengaja nulis blog post ini dgn tujuan pgn nunjukin Moldova yg
sebenar-benarnya (bukan berarti yg gue tulis di situs mereka itu bohong ya, yg
gue tulis di sana Moldova sisi “promosi” aja).
Moldova, mgkn bs dibilang sbg slh satu negara termiskin di
eropa. Gue dtng ke negara ini tanpa ekspektasi apapun. Karena emng minim bgt
info yg bs gue dpt ttg negara ini. Sepengetahuan gue nyampe sekarang cuma ada 4
org Indonesia yg gue kenal yg pernah ke sini, dua org temen organisasi dan orang
tua dari slh satu temen gue yg pergi kesini dlm rangka liburan. Di sini juga
boro-boro ada PPI , KBRI terdekat pun berada di Romania yg merangkap konsulat
buat negara ini. Dan ternyata di eropa sndiri bnyk yg kurang tau ttg negara
ini, mentok”nya cuma “pernah denger”. Karena rasa penasaran itu makanya gue
berminat ambil project ttg tourism di sini.
Di dlm pesawat yang membawa gue dari Istanbul ke Chisinau,
gue duduk bersebelahan ama ibu-ibu dan seorang cewek cantik yang belakangan baru
gue tau dia model internasional yg berdomisili di Malaysia (lo bisa gugling, namanya
Marina Mistrean). Si ibu-ibu ini pertama nyoba ngajak ngbrl pake bhs inggris yg
“medok” russian. Tapi untungnya gue terbiasa dgr org ngmng singlish, bhs
inggrisnya org singapore yg cukup sulit utk didengarkan tidak dgn seksama itu,
jd utk menangkap kata” dalam bahasa inggris beraksen aneh gue cukup
handal.Rupanya si ibu ini tau ttg Indonesia (at my surprise!) krn dia bekerja
di perusahaan produsen pakaian dalam di Shanghai, Cina dan bbrp partner
kerjanya adlh org Indo. Pembicaraan pun berlanjut ttg latar blkg pendidikan,
ngapain gue ke Moldova dan basic things lainnya. Marina, Si cewek cantik
sebelah gue yg dari awal take off cuma nntn film di mac nya akhirnya ikut”an
ngbrl. Rupanya kemampuan bhs inggris doi bagus bgt (dibandingin ama ibu” russian itu)dan anaknya seru, talkative dan easy-going. Nah di
situ ekspektasi gue ttg Moldova lmyn meningkat. Karena wktu itu belum tau apa”
gue berpikir semua cewek remaja di Moldova pasti secakep mbak Marina ini -__-“
Nyampe di bandara, gue kaget setengah mati. Bandaranya kecil
bgt cuy… mungkin lebih gedean Bandara Husein di Bandung. Bandara ini cuma punya
satu pintu keberangkatan dan satu pintu kedatangan. Pada waktu gue turun
pesawat jg gue liat Cuma ada pesawat gue doang sebiji di landasan itu. Nah di
sini kekagetan gue msh berlanjut. Gue mendapat 2 “hadiah sambutan kedatangan”.
Yang pertama gue sempet dilarang masuk ke Moldova karena petugas visa custom
bilang ada keanehan pada invitation letter dan visa gue yg emng mistype. Dalam hati gue mikir, sotoy bgt ini negara,
udah bagus” dikunjungi ama turis, masih aja dipersulit. Dan emng yg gue tau
bribery sangat menjamur di sini, mgkn lbh parah dr Indo, jadi gue udh prepare
klo” bakal keluar duit. Akhirnya gue disuruh interview ama petugas yg ada di
situ, untungnya gue bs menjawab pertanyaan dgn lancar dan meyakinkan. So, gue
bs lolos dr visa custom tanpa bayar apapun dan menuju ke arah pengambilan
bagasi. Di sini gue ketemu marina lg dan dia penasaran knp gue smpet di
interview ama petugas. Gue jelasin situasinya ke dia. Kita nungguin bagasi
smbil ngbrl” dan tukeran kontak. Ada satu line dr marina yg smpet bikin gue
ketar-ketir, doi bilang “lo ngapain sih kesini. Gue surprise bgt ketemu org
Asia yg tau tmpt ini, semua tmn gue di Malaysia bahkan ga ada yg tau Moldova
itu dmn. Di sini tuh gak ada apa” dit! Lo bakal bosen di sini.” Aduh… klo org
Moldova sndiri yg ngmng kyk gini susah buat gak percaya. Oh iya gue dpt satu kejutan
lagi. Stlh nungguin bbrp lama ternyata bagasi gue dan bbrp org lainnya gak
dateng”. Ternyata setelah dicek bagasi kami masih brd di Istanbul (WTF!)
akhirnya kami diharuskan mengisi form kehilangan bagasi dan pihak maskapai
penerbangan bilang klo udh ketemu ntar mereka bakal nganter bagasi ke alamat
tujuan yg tertulis di form. Di sini gue ngbrl ama slh seorang yg bernasib sama,
bapak-bapak gendut berpakaian safari dari Amerika, dan dia bilang ini hal wajar
di maskapai penerbangan berlambang burung merah yg kami pakai ini dan biasanya
makan wktu 3-7 hari buat nemuin bagasi itu. Gue cuma bs bengong smbil
ngebayangin 7 hari tanpa mandi dan ganti pakaian krn semua pakaian dan
peralatan mandi gue ada di dlm bagasi.
Oh Moldova…. Sungguh acara penyambutan yang unforgetable
buat gue. Bisa kenalan ama cewek cantik yg pesimis ama negaranya sendiri,
sempet dilarang masuk padahal dokumen komplit dan ngalamin kehilangan bagasi.
Tuesday, 21 August 2012
Side Story: Istanbul
Ini adalah beberapa cerita di balik perjalanan saya ke Istanbul, Turki.
1. Akomodasi.
Selama di Turki saya tinggal di Hostel dengan tarif 15 Euro/night. Hostel ini bernama Chambers of The Boheme, dan saya sangat merekomendasikan hostel ini bagi anda yang ingin bepergian secara low-budget ke Istanbul.
| Tampak Muka Hostel |
| resepsionis dan salah satu penjaga hostel |
2. Transportasi.
Menurut saya, transportasi di Istanbul sangat mudah dan bersahabat. Anda dapat dengan mudah menemukan petunjuk arah maupun cara mencapai suatu lokasi. Saya tidak ingin membandingkan keadaannya dengan Singapura, tapi kondisi transportasi di sini boleh dibilang sudah modern dan terpercaya. Meskipun masih ada beberapa kendala seperti waktu kedatangan dan pemberangkatan yang tidak pasti, harga yang mahal, dll.
Menurut saya, transportasi di Istanbul sangat mudah dan bersahabat. Anda dapat dengan mudah menemukan petunjuk arah maupun cara mencapai suatu lokasi. Saya tidak ingin membandingkan keadaannya dengan Singapura, tapi kondisi transportasi di sini boleh dibilang sudah modern dan terpercaya. Meskipun masih ada beberapa kendala seperti waktu kedatangan dan pemberangkatan yang tidak pasti, harga yang mahal, dll.
| kondisi di metro |
| kondisi di bus Havatas |
3.Problem.
Bukan bermaksud untuk menakut-nakuti, tapi selalu ada saja hal-hal yang terjadi jikalau anda pergi ke Istanbul. Cerita ini saya dapatkan dari beberapa teman saya yang telah berkesempatan untuk mengunjungi tempat ini. Beberapa dari mereka pernah ketinggalan pesawat, kehilangan bagasi, kecopetan, dll.
Istanbul selalu saja meninggalkan kenangan baik dan buruk di benak setiap orang yang mengunjunginya :)
Saya sendiri.... selama tiba di sini telah mendapat banyak sekali pengalaman buruk. Pengalaman tersebut antara lain tersesat di jalanan Istanbul, hampir menjadi korban penipuan "friendly turkish scam", mendapat masalah Visa ketika hendak melanjutkan penerbangan ke Moldova yang mengharuskan saya menunggu 26 jam di bandara dan yang terakhir, sempat kehilangan bagasi ketika tiba di Moldova. Komplit sudah pengalaman saya menghadapi masalah penerbangan. Tapi untungnya ketika menghadapi masalah visa di bandara, ada seorang pegawai Turkish Airlines baik hati yang membantu saya dari A-Z termasuk memberi saya makanan dan minuman gratis selama proses menunggu kepastian visa.
| Pegawai Turkish Airlines yang baik hati, "saya lupa namanya" |
Itulah beberapa cerita di balik perjalanan saya ke Istanbul.
n.b: Thanks buat masukan bbrp temen.
Saya akan memberikan gambaran mengenai harga transportasi di Istanbul yang menurut saya mahal.
Tarif untuk sekali naik metro adalah 0.75 TL atau sekitar $ 0.4, dan kita harus membayar lagi apabila ingin pindah jalur.
"Judgment comes from experience, and great judgment comes from bad experience."
-Bob Packwood-
Subscribe to:
Posts (Atom)